Transformasional

Pada suatu sore pertengahan Desember, saya berjalan menuju ruang kelas di mana mahasiswa-mahasiswa di program S2 Media dan Komunikasi Fisip Universitas Airlangga telah menanti. Waktu itu hujan rintik. Sebelum sampai di gedung tempat kelas, saya terkesiap ketika memandang ke arah kanan. Read More

Transformasional

Lelaki itu membawa sekarung rumput di kepalanya. Berjalan pelan, satu satu menuju tempat tujuan dimana ia akan mendapat upah dari hasil ngarit rumput untuk sapi. Saya terbelalak sendiri. Saya melongo, seperti pipa kosong yang tertiup angin. Sebab lelaki itu hanya berkaki satu. Dia gigih untuk hidup terhormat. Mengapa dia bisa seperti itu? Pada saat banyak manusia, di Indonesia, yang menjatuhkan diri pada ketidkhormatan, sebagai pengemis atau pelaku korupsi. Read More

Transformasional

Terik matahari menimpa atap-atap rumah, di desa diantara ribuan desa di Jawa Timur. Desa yang padat penghuni. Gang-gang desa terasa sempit, dan di antaranya para bocah bermain. Mereka sepertinya kepanasan, walaupun tidak bisa menyembunyikan keriangan yang bebas. Bermain sepeda dari gang ke gang, berlari-lari kecil. Mungkin, sedang menjadi polisi hebat yang mengejar para penjahat. Mereka tampak cerdas, berayun-ayun dalam imajinasi tanpa batas. Namun, bisakah mereka nanti tumbuh sebagai masa depan ketika berada di kebun kemiskinan?

Read More

Transformasional

Ia berjalan tergopoh, sudah tidak tegak lagi. Langkahnya satu-satu dan goyah. Matahari yang matang pada pukul 12.45 waktu Indonesia tengah memburai sinar terik, dan memukul daya tahan tubuh. Namun, nenek itu tidak mengalah, dia menegarkan raga yang sudah keriput. Bekerja dan hidup. Ini tentang seorang perempuan menua pada tubuhnya, namun menyala-nyala pantang renta. Saya menjadi saksi, ruhnya adalah ksatria yang tidak runtuh di medan laga.

Read More

Transformasional

Perjalanan mengunjungi beberapa desa di Tuban, kota tua tempat Ronggolawe sang ksatria pada abad ke-14 pernah hidup dan perkasa, adalah ketakjuban demi ketakjuban. Pesisir pantai dan gulungan ombak tidak terlalu besar tampak luas, tampak anggun sejelitanya. Hati bersorak ingin segera menghambur ke sana, mengharap sambutan hangat dari tubuh pantai. Read More

Iklan

About Me


Saya adalah sosiolog di Universitas Airlangga, sekaligus praktisi bidang pelatihan sumberdaya manusia dan branding. Gelar akademik saya raih. Namun saya sering disebut sebagai 'chef' ketika memberi konsultasi, kuliah, seminar, dan pelatihan. Sebab saya selalu melibatkan rasio, nilai dan seni kedalam setiap aktivitas kehidupan. Saya didaulat sebagai -sang chef- bagi perubahan dan transformasi kehidupan. (Sang Chef)

Follow Me

Facebook

Berlangganan di novrisusan.com

Subscribe to our email newsletter.