Puisi
(Di) sepanjang sedu

(Di) sepanjang sedu

Menyisip ke celah sangat sunyi

Sembunyi dari badai keputusasaan

Yang bergemuruh dari dua matamu

Tak jua bertahan

Lalu, hanyutlah hanyut ke palung keinginan

Terdampar kemudian di sepanjang rindu

Serupa kapas yang tak bertuan

Menengadah hanya tersisa sekerlip daya

 

Dini hari menggelayut

Sebagai embun di kaca jendela

Terseret jatuh terpaling dari cahaya

Yang dulu harapan demi harapan menjaganya

Sebab kata dariku adalah kata darimu

Cinta dariku adalah cinta darimu

Membayangkan semuanya baik-baik saja

Semuanya baik-baik saja

 

Menyisip ke celah sangat sunyi

Sembunyi dari badai keputusasaan

Adalah kelemahan yang menyesal

Mengapa lahir tidak menjadi awal pertemuan

Mengapa pertemuan selalu tidak berawal kelahiran

Maka musim demi musim mimpi demi mimpi

Aku terdiam menjadi lukisan tua di sudut paling jauh

 

Menyisip ke celah sangat sunyi

Sembunyi dari badai keputusasaan…

 

(dini hari, Surabaya, 16/1/15)

NS

Comments

comments

Share this Story

Related Posts

About Me


Saya adalah sosiolog pada Universitas Airlangga, sekaligus praktisi bidang pelatihan sumberdaya manusia dan branding. Gelar akademik saya raih. Namun saya sering disebut sebagai 'chef' ketika memberi konsultasi, kuliah, seminar, dan pelatihan. Sebab saya selalu melibatkan rasio, nilai dan seni kedalam setiap aktivitas kehidupan. Saya didaulat sebagai -sang chef- bagi perubahan dan transformasi kehidupan. (Sang Chef)

Follow Me

Facebook