Menyisip ke celah sangat sunyi
Sembunyi dari badai keputusasaan
Yang bergemuruh dari dua matamu
Tak jua bertahan
Lalu, hanyutlah hanyut ke palung keinginan
Terdampar kemudian di sepanjang rindu
Serupa kapas yang tak bertuan
Menengadah hanya tersisa sekerlip daya
Dini hari menggelayut
Sebagai embun di kaca jendela
Terseret jatuh terpaling dari cahaya
Yang dulu harapan demi harapan menjaganya
Sebab kata dariku adalah kata darimu
Cinta dariku adalah cinta darimu
Membayangkan semuanya baik-baik saja
Semuanya baik-baik saja
Menyisip ke celah sangat sunyi
Sembunyi dari badai keputusasaan
Adalah kelemahan yang menyesal
Mengapa lahir tidak menjadi awal pertemuan
Mengapa pertemuan selalu tidak berawal kelahiran
Maka musim demi musim mimpi demi mimpi
Aku terdiam menjadi lukisan tua di sudut paling jauh
Menyisip ke celah sangat sunyi
Sembunyi dari badai keputusasaan…
(dini hari, Surabaya, 16/1/15)
NS